Wadah Kedap Udara ini Jelas Tidak Kedap Laba

31 07 2008
Wadah Kedap Udara ini Jelas Tidak Kedap Laba
Masih ada potensi pasar yang belum tergarap di bisnis wadah plastik kedap udara

Bentuknya memang tidak istimewa, cuma wadah plastik bening dengan tutup berwarna. Tapi, jual beli plastik ini mencatat omzet yang bagus, lo. Belum lagi, para pemainnya mengalami pertumbuhan pasar di Indonesia sampai 50% saban tahun. Wah!

Wadah plastik yang kedap udara sudah bukan barang asing lagi bagi rumahtangga. Malahan, wadah kedap udara sekarang sudah menjadi semacam kebutuhan. Kalau tidak percaya, coba tengok dalam lemari es, kabinet dapur, atau meja makan dalam kediaman berbagai kalangan di Indonesia. Niscaya, tidak akan sulit menemukan wadah plastik kedap udara ini.Tempat plastik yang kedap udara selalu digemari oleh konsumen, terutama ibu-ibu rumahtangga. Yang paling sering, wadah kedap udara ini digunakan untuk menyimpan makanan.

Ada beberapa hal yang membuat kemasan kedap udara ini kian diminati oleh masyarakat. Pertama, karena wadah plastik kedap udara ini efektif untuk menyimpan makanan. “Dengan tempat penyimpanan kedap udara, makanan menjadi lebih awet, tahan lama, dan juga kebersihannya lebih terjaga,” papar Dodi Nugraha, Manajer Eksekutif PT Twin Tulipware, produsen kemasan plastik Tulipware.

Bukan hanya kedap udara, wadah plastik ini biasanya juga kedap air. Jadi, makanan yang disimpan di dalamnya benar-benar terlindungi. Anda juga tidak perlu khawatir produk plastik ini akan mencemari makanan. “Bahan bakunya khusus, sehingga wadah ini sudah food grade atau aman buat makanan,” ungkap Yanti Melianty, Direktur Pemasaran PT Imawi Benjaya, pemegang merek Tupperware di Indonesia.

Kedua, penggunaan wadah kedap udara ini membuat penyimpanan makanan menjadi lebih praktis. Misalnya saja untuk menyimpan bahan makanan di lemari es. “Kalau tidak pakai wadah plastik begini kan isi kulkasnya jadi berantakan. Tetapi kalau bahan makanan ditaruh dalam wadah plastik, akan lebih gampang menatanya supaya lebih rapi dalam kulkas,” ujar Yanti.

Ketiga, wadah plastik kedap udara ini juga bisa menjadi dekorasi. Pasalnya, wadah kedap udara ini biasanya didesain dengan berbagai bentuk dan juga aneka warna. Apalagi produsen juga kerap mengeluarkan produk terbatas (lihat boks: Membidik Kolektor).

Pasarnya masih bisa berkembang

Selain itu, sebenarnya wadah plastik kedap udara ini tidak hanya cocok untuk menyimpan makanan, tapi juga bisa untuk menaruh barang yang lebih baik disimpan dalam tempat yang terlindung dari udara dan air, misalnya lensa kamera. Jadi, para produsen tidak hanya mendesain wadah kedap udara ini untuk tempat makan.

Tupperware, misalnya, memiliki wadah plastik kedap udara dengan kapasitas sampai 10 kilogram. Lock&Lock, merek wadah kedap udara dari Korea, pun menyajikan berbagai produk wadah kedap udara dalam berbagai ukuran, mulai dari 100 mililiter sampai 21 liter.

Keunggulan-keunggulan tersebut membuat peminat produk-produk wadah plastik yang kedap udara tersebut semakin bertambah. “Perkembangan permintaan produk wadah plastik kedap udara ini menunjukkan tren yang positif,” ungkap Eni Setyowati, Direktur Pemasaran PT Joeun Star International, distributor tunggal Lock&Lock di Indonesia.

Berapa besar pertumbuhan permintaannya? “Kalau soal pertumbuhan permintaan, ada kali lebih dari 50% setiap tahunnya,” ucap Dodi. Perkiraan Eni malah lebih optimis lagi. “Dalam setahun pertambahannya bisa mencapai dua kali lipat,” ungkapnya. Oleh karena itu, para pelaku bisnis wadah kedap udara yakin pasar produk ini masih terus berkembang.

Menurut Doni, pasar produk plastik ini belum merata. “Masih banyak daerah yang penduduknya belum mengenal produk plastik seperti ini,” katanya. Sampai kini, Dodi bilang, kontribusi penjualan di Jabotabek masih mendominasi, yakni sekitar 40%.

Eni juga yakin bahwa perkembangan pasar wadah plastik berjalan bersama pertumbuhan penduduk. “Selama orang masih perlu makanan, food storage juga masih dibutuhkan,” kilahnya yakin.

Lagi pula, gaya hidup orang zaman sekarang juga mendukung mereka. Misalnya, kebiasaan keluarga untuk belanja bulanan dan menyimpan makanan di lemari es. “Orang zaman sekarang lebih senang yang praktis,” imbuh Yanti.

Bisa jadi mereka benar. Soalnya, banderol wadah plastik ini tidak murah, lo. Tengok saja, Tulipware menjual wadah dengan harga antara Rp 10.000 sampai jutaan rupiah. Itu sebabnya, Dodi menyebut bahwa mereka adalah produsen wadah plastik kelas premium.

Biar mahal, penjualan mereka lumayan besar. Tengok saja, dalam sebulan, kata Dodi, mereka bikin produk yang harganya antara Rp 10.000 sampai Rp 30.000 sebanyak satu juta unit untuk dipasok ke pasar.

Adapun produk Tupperware dibanderol antara Rp 16.000 sampai Rp 535.000 per unit. Tapi, mereka juga menyediakan paket wadah plastik yang harganya maksimal Rp 560.000. “Penjualan kita dalam sebulan terhitung banyak, bisa mencapai angka jutaan,” tutur Yanti tanpa mau memerinci lebih jelas.

Memilih strategipenjualan langsung

Lantas, berapa margin yang bisa diperoleh dari harga selangit itu? Wajar kalau para produsen menutup mulut rapat-rapat. Hanya, beberapa dari mereka menggunakan sistem penjualan langsung atau direct selling. Dalam cara berjualan begini, sang pengecer langsung saja bisa mengambil margin laba 30% dari pembelinya.

Cara penjualan langsung dipercaya memang paling oke untuk produk-produk ini. “Untuk produk seperti ini metode penjualannya memang lebih bagus dengan direct selling, jadi ada demo untuk menunjukkan bagaimana pemakaian produk ini,” beber Yanti.

Twin Tulipware pun menjalankan cara penjualan langsung. Saat ini, menurut Dodi, ada sekitar 30 stockist Twin Tulipware di Indonesia. “Di satu provinsi bisa ada dua atau satu stockist,” katanya. Adapun pengecer langsung ke pembeli disebut sebagai dealer. “Kalau dealer itu, jumlahnya ribuan,” lanjut Dodi.

Tentulah, para produsen ini bersaing ketat memperebutkan kue di pasar. Mereka menerapkan beragam cara, seperti mengeluarkan model baru. Tupperware, misalnya. Produk wadah plastik kedap udara dari Florida, Amerika Serikat, ini terus mengeluarkan produk baru setiap bulan.

Hal serupa juga dilakukan oleh produsen lainnya. Lock&Lock, semenjak masuk lewat distributor tunggal di tahun 2003 sampai sekarang, sudah mengeluarkan paling tidak 220 item wadah plastik kedap udara.

Selain itu, para produsen tersebut umumnya memberikan garansi seumur hidup untuk produk mereka. “Jadi, kalau ada kerusakan, mereka bisa menukarkan produk itu ke gerai kita di mana saja,” imbuh Yanti.

Sedikit berbeda, Lock&Lock hanya menawarkan garansi 10 tahun. Walaupun begitu, Lock&Lock menargetkan penjualannya akan bertumbuh dua kali lipat selama

+++++Membidik Kolektor

Untuk menarik minat para konsumen agar membeli produk kemasan plastik kedap udara, para produsen bukan hanya sekedar mengeluarkan produk baru. Mereka juga kerap membuat produk special edition.

Produk special edition ini merupakan produk yang hanya dikeluarkan dalam seri terbatas pada waktu tertentu. Lihat saja yang dilakukan oleh Tupperware. Untuk menyambut bulan Ramadan yang akan datang, “Kami mengeluarkan Ramadhan Set,” tutur Yanti Melianty, Direktur Pemasaran PT Imawi Benjaya, pemegang merek Tupperware di Indonesia.

Paket ini terdiri dari fresh bowl (mangkuk), fresh tumbler (semacam gelas), dan tas. Satu set paket ini bisa diperoleh dengan harga Rp 60.000.

Selain edisi terbatas, harganya pun bantingan, kalau dibandingkan dengan produk Tupperware yang lainnya.

Tulipware, merek produk wadah kedap udara lokal, juga melakukan hal yang sama. “Tahun 2007 ini kami mengeluarkan seri glow in the dark, produk unik yang kita khususkan untuk para penggemar collector’s item,” kata Dodi Nugraha, Manajer Eksekutif Twin Tulipware.

Dengan cara-cara itu, mereka ingin mempertahankan pasar yang sudah digenggam. Maklum, biasanya, sih, para konsumen itu menjadi fanatik pada merek wadah tertentu.

Harris Hadinata, Aprillia Ika

About these ads

Aksi

Information

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: